Konsep Profesi

Profesi berasal dari kata bahasa Inggris profesion , bahasa latin professus yang berartikan mampu atau ahli dalam suatu pekerjaan suatu profesi iyalah suatu pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi, biasanya meliputi pekerjaan mental yang ditunjang oleh kepribadiaan serta sikap profesional.

Pengertian Profesi Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan pengertian profesi menurut sudut pandang para ahli.

·         Peter Jarvis ( 1983: 21 )

profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada studi intelektual dan latihaan yang khusus, tujuannya iyalah untuk  menyediakan pelayanan ketrampilan terhadap yang lain dengan bayaran maupun upah tertentu.

·          Cogan (1983: 21 )

profesi merupakan suatu ketrampilan yang terdapat dalam prakteknya didasarkan atas suatu struktur teoritis tertentu dari beberapa bagian pelajaran ataupun ilmu pengetahuan.

·         Dedi Supriyadi ( 1998: 95 )

profesi merupakan pekerjaan atau jabatan yang menuntut suatu keahlian, tanggung jawab serta kesetiaan terhadap profesi.

·         SCHEIN, E.H (1962)

Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.

·         HUGHES, E.C (1963)

Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya.

·         DANIEL BELL (1973)

Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide, kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat.

·         PAUL F. COMENISCH (1983)

Profesi adalah “komunitas moral” yang memiliki cita-cita dan nilai bersama.

Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu.

Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.

Profesi suatu bentuk pekerjaan menuntut :

  • Pendidikan tinggi
  • Latihan khusus
  • Punya keterampilan
  • Punya keahlian
  • Tanggung jawab
  • Kesetiaan

Syarat – syarat profesi

Ada beberapa hal yang termasuk dalam syarat-syarat Profesi seperti:

  1. Standar unjuk kerja
  2. Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas
  3. Akademik yang bertanggung jawab
  4. Organisasi profesi
  5. Etika dan kode etik profesi
  6. Sistem imbalan
  7. Pengakuan masyarakat

Ciri – Ciri Profesi

Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sifat ciri atau karakter profesi adalah :

  1. profesi membutuhkan waktu pendidikan dan latihan yang khusus dan memadai, yaitu harus adanya keterampilan yang khusus dalam suatu bidang pekerjaan.
  2. Suatu pekerjaan khas dengan keahlian serta ketrampilan , yaitu biasa ahli dalam 1 bidang saja
  3. Menuntut kemampuan kinerja intelaktual , iyalah kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat melakukan berbagai aktivitas seperti mental -berpikir, menalar, serta memecahkan masalah.
  1. Mempunyai konsekuen memikul tanggung jawab pribadi secara penuh.
  2. Kinerja lebih mengutamakan pelayanan dari pada imbalan ekonomi.
  3. Ada sangsi jika terdapat pelanggaran.
  4. Memiliki kebebasan untuk memberikan judgment.
  5. Ada pengakuan dari masyarakat
  6. Memiliki kode etik serta asosiasi profesional
  1. Mengatur diri
    Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah
  2. Layanan publik serta altruisme.
    Diperolehnya dari penghasilan kerja dalam profesinya yang dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik
  3. Status dan imbalan yang tinggi.
    Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, serta imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal itu dapat dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Pengertian Etika Profesi

Etika profesi memiliki pengertian sebagai suatu sikap hidup yang bertujuan untuk dapat memberikan suatu pelayanan yang bersifat profesional terhadap masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan adanya keahlian atau keterampilan atau bahkan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sehingga orang tersebut dapat memberikan pelayanan pada masyarakat. Segala pekerjaannya juga dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Jika Anda memiliki etika dalam menjalankan tugas dari jabatan Anda maka hal ini berarti bahwa Anda telah menyadari etika dari profesionalitas Anda. Sikap etis ini memang haruslah dimiliki oleh seorang profesional dalam bekerja. Bahkan sikap etis ini sudah seharusnya menjadi semacam prinsip dalam hidup seorang profesional.

Dengan adanya prinsip di dalam diri yang bersifat menjunjung tinggi pekerjaan dan kepentingan orang lain maka secara tidak langsung Anda telah mencerminkan pribadi yang berkarakter. Oleh karena itu suatu kode etik profesi sebenarnya bisa dibilang turut berperan dalam pengembangan karakter diri seseorang. Jika Anda merupakan seorang pekerja dan bisa menjalankan penuh tugas dan wewenang Anda sesuai kode etik perusahaan yang berlaku maka Anda berarti memiliki karakter dan kualitas yang baik. Secara lebih jauh sebenarnya suatu etika profesi juga berperan sebagai norma dan nilai serta aturan bagi Anda dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab Anda. Dengan adanya etika inilah maka Anda bisa menjalankan profesionalitas Anda dengan baik.

Prinsip Etika Profesi

Adapun pada dasarnya etika profesi ini memiliki beberapa prinsip yang cukup penting. Dimana prinsip tersebut harus tetap diutamakan dalam melaksanakan hal tersebut. Prinsip-prinsip ini meliputi antara lain:

1. Prinsip tanggung jawab

Setiap tenaga kerja yang telah profesional sudah seharusnya bekerja dengan diliputi rasa tanggung jawab yang besar. Pekerjaannya harus dilakukan dengan baik sehingga hasilnya bisa maksimal. Dengan adanya rasa tanggung jawab dalam menjalankan suatu pekerjaan maka Anda bisa dinilai memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.

2. Prinsip keadilan

Dalam menjalankan setiap pekerjaan dan tanggung jawab yang diembannya maka seorang pegawai atau tenaga kerja haruslah mengedepankan keadilan. Keadilan memang harus diberikan kepada siapa saja yang berhak menerimanya termasuk dalam hal bekerja. Seorang profesional sudah tentu harus menyelesaikan tugasnya secara mandiri dan tidak melimpahkan tanggung jawabnya pada orang lain. Pegawai yang profesional juga tidak akan mencari kemudahan untuk kepentingan diri sendiri karena adanya karakter adil yang dimilikinya.

3. Prinsip otonomi

Jika Anda bekerja dan Anda memiliki suatu jabatan di dalam perusahaan maka berarti Anda memiliki wewenang untuk menjalankan pekerjaan Anda. Anda dapat melakukan segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawab Anda. Tentunya wewenang Anda ini harus dijalankan sesuai dengan kode etik yang dimiliki oleh Anda sebagai seorang profesional. Dengan demikian maka setiap tugas Anda dapat diselesaikan dengan baik.

4. Prinsip integritas moral

Yang dimaksud dengan integritas moral disini adalah kualitas moral dalam diri Anda yang harus dilakukan secara konsisten. Tentunya konsistensi dalam hal menjalankan moral ini berkaitan dengan profesionalitas Anda. Di dalam melakukan pekerjaan dan tanggung jawab tentu Anda juga harus memiliki komitmen pribadi untuk selalu menjaga nama baik profesi. Moral yang demikian akan membawa Anda untuk bisa bekerja dengan baik dan selalu mengutamakan kepentingan bersama.

Manfaat Etika Profesi

Melaksanakan etika profesi yang baik dan benar tentu bisa mendatangkan banyak manfaat. Terutama dalam sebuah perusahaan yang mengutamakan nilai-nilai etika tersebut. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatkan tanggung jawab.

Setiap orang yang bekerja secara profesional tentu akan memperhatikan dengan benar bagaimana caranya bekerja. Bila Anda adalah seorang profesional maka sudah seharusnya Anda bekerja dengan memegang teguh etika yang menyangkut profesionalitas diri. Hal ini secara tidak langsung menjadi tanggung jawab Anda sehingga segala hal yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan Anda akan dinilai baik dan berkualitas.

2. Menekankan prinsip profesionalitas.

Dalam bekerja tentu seorang tenaga kerja memiliki pedoman. Setiap profesi di dalam suatu perusahaan juga sudah tentu berjalan sesuai dengan pedoman dan aturannya masing-masing. Oleh karena itu etika yang dipegang oleh seorang profesionalitas sudah seharusnya selalu dihargai dan dilakukan serta semakin dikembangkan. Dengan demikian maka prinsip profesionalitas dikatakan sudah dijalankan oleh tenaga kerja yang bersangkutan.

3. Menciptakan ketertiban.

Adanya kode etik profesi yang ada di sebuah perusahaan sudah seharusnya dipegang teguh dan dijalankan oleh para profesionalitas. Dengan menjalankan kode etik profesi ini maka setiap tenaga kerja akan bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Hal ini akan memperkecil peluang terjadinya penyimpangan di suatu perusahaan karena pekerjaan dari masing-masing tenaga kerja dapat berjalan dengan baik dan tertib.

4. Mencegah campur tangan dari pihak lain.

Sebuah perusahaan memang sebaiknya mengangkat pegawai dan memberikan rincian tugas yang menjadi kewajibannya. Rincian tugas haruslah jelas sehingga setiap pegawai bisa memahami peran dan fungsinya di dalam suatu perusahaan. Selain itu adanya rincian tugas yang jelas akan mengakibatkan seorang pegawai bekerja secara lebih baik tanpa adanya campur tangan dari pihak lain.

5. Melindungi hak pekerja.

Adanya kode etik pekerjaan rupanya tidak hanya berfungsi untuk memperjelas kewajiban dari tanaga kerja saja. Tetapi setiap etika yang diberlakukan di suatu perusahaan secara tidak langsung akan membantu Anda untuk bisa melindungi berbagai hak Anda sebagai pekerja. Perlindungan hak pegawai memang merupakan hal yang penting bagi tenaga kerja terutama menyangkut kesejahteraan hidupnya.

6. Membantu penyelesaian masalah.

Setiap permasalahan tentu pernah terjadi di sebuah perusahaan. Namun setiap masalah yang ada haruslah diselesaikan secara terbuka. Mungkin Anda bisa mengeluarkan pendapat untuk orang lain atau perusahan yang sedang menghadapi masalah. Tentu saja penyelesaian yang ditawarkan biasanya berkaitan dengan profesionalitas Anda sebagai seorang pegawai di perusahaan.

Tujuan Etika Profesi

Etika profesi diterapkan bukanlah tanpa tujuan. Tujuan dari etika profesi diantaranya sebagai berikut:

·         Etika profesi bertujuan untuk menjunjung tinggi martabat suatu profesi

·         Etika profesi bertujuan menjaga dan mengelola kesejahteraan anggota profesi

·         Bertujuan meningkatkan pengabdian para anggota profesi

·         Etika profesi bertujuan membantu meningkatkan mutu suatu profesi

·         Etika profesi membantu meningkatkan pelayanan suatu profesi diatas kepentingan pribadi profesi itu sendiri

·         Bertujuan untuk menentukan standar baku bagi suatu profesi

·         Bertujuan meningkatkan kualitas organisasi agar menjadi lebih professional dan hubungannya terjalin dengan erat

Pentingnya Etika Profesi

Etika profesi terdiri dari kata Etika dan profesi. Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos. Secara etimologis, ethos ini berbentuk jamak yang memiliki arti sifat, kepribadian dan karakter. Jadi dapat disimpulkan bahwa etika adalah tingkah laku, sifat ataupun karakter yang baik dari seorang individu terhadap lingkunganya.

Sedangkan kata profesi berasal dari kata serapan dalam bahasa Inggris yaitu profess yang artinya adalah janji. Jani yang dimaksud adalah janji untuk melaksanakan kewajiban dan melakukan tugas-tugas baik sementara maupun permanen. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa etika profesi merupakan tingkah laku atau karakter dari seorang karyawan dalam melakukan kewajiban berupa tugas-tugasnya baik sementara maupun permanen berdasarkan profesi yang diembannya.

Etika profesi memiliki kode etik yaitu sistem norma, nilai dan aturan yang menegaskan tentang hal baik dan tidaknya suatu perbuatan dalam menjalankan profesinya. Dalam kode etik disebutkan beebrapa hal yang baik dilakukan dan yang butuk untuk dilakukan. Dalam kode etik juga disebutkan batasan antara yang benar dan yang salah agar seorang individu di profesi tersebut dapat membatasi dirinya dalam berperilaku agar tidak bersikap ke arah yang salah atau tidak benar yang nantinya dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Etika profesi sangatlah penting untuk seorang karyawan dimana tugas dari seorang karyawan adalah menjalankan dan menyelesaikan tugas sebaik-baiknya. Meski demikian seorang karyawan tetap harus memperhatikan tingkah laku dan sikapnya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya agar tidak merugikan rekan kerjanya dan melengkapi prinsip dasar etike profesi yang seharusnya dimiliki seorang karyawan dalam profesi tersebut.

Tanpa adanya etika profesi, maka semua pekerjaan yang terhormat akan jatuh terdegradasi menjadi pekerjaan biasa. Hal ini dikarenakan profesi memerlukan kepercayaan dari masyarakat. Untuk mendapatkan kepercayaan tersebut tentu seorang anggota profesi tersebut harus bekerja sesuai dengan kode etik atau etika profesi yang telah ditetapkan.    

 



PENGERTIAN MORAL

Moral Adalah pengetahuan atau wawasan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakukan. Moralisasi yaitu uraian “pandangan dan ajaran” tentang perbuatan serta kelakukan yang baik. Demoralisasi yaitu kerusakan moral.

Istilah moral berasal dari bahasa latin mores yang berarti adat kebiasaan atau cara hidup. (Gunarsa, 1986) Moral pada dasarnya merupakan rangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi. (Shaffer, 1979) Moral merupakan kaidah norma dan pranata yang mengatur prilaku individu dalam hubunganya dengan masyarakat. Moral merupakan tindakan manusia yang bercorak khusus yang didasarkan kepada pengertiannya mengenai baik dan buruk. Morallah yang membedakan manusia denga makhluk tuhan yang lainya dan menempatkan pada posisi yang baik diatas makhluk lain.

Moral merupakan realitas dari kepribadian pada umumnya bukan hasil perkembangan pribadi semata, akan tetapi adalah merupakan tindakan atau tingkah laku seseorang. Moral tidaklah bisa sipisahkan dari kehidupan beragama. Di dalam agama Islam perkataan moral identik dengan akhlak.di mana kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab
jama’ dari “khulqun” yang menurut bahasa berarti budi pekerti.

Moral merupakan norma yang sifatnya kesadaran atau keinsyafan terhadap suatu kewajiban melakukan sesuatu atau suatu keharusan untuk meninggalkan perbuatan – perbuatan tertentu yang dinilai masyarakat melanggar norma – norma. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa suatu kewajiban dan norma moral sekaligus menyangkut keharusan untuk bersikap bersopan santun. Baik sikap sopan santun maupun penilaian baik – buruk terhadap sesuatu, keduanya sama – sama bisa membuat manusia beruntung dan bisa juga merugikan. Disini terdapat kesadaran akan sesuatu perbuatan dengan memadukan kekuatan nilai intelektualitas dengan nilai – nilai moral.

Nilai – nilai intelektualitas merupakan sumber pertimbangan terhadap sesuatu yang benar dan yang salah, sedangkan nilai – nilai moral merupakan sumber pertimbangan suasana hati tentang kebaikan dan keburukan. Jika seseorang dapat membedakan dan mampu memilih kesetangkupan antara yang baik dan yang benar dengan yang buruk dan ditemukan.


Pengertian Etika

Etika Adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan ataupun pola-pola dari tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Karena adanya etika pergaulan dalam masyarakat/bermasyarakat akan terlihat baik dan buruknya.

Etika itu bersifat relatif yaitu dapat berubah-ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kabaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan.

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. Bertens terhadap arti kata ‘etika’ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari Bertens,2000), etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”. Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :

  • ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
  • kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
  • nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat

Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata ‘etika’ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‘etika’ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‘nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat’. Jadi arti kata ‘etika’ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap.

Macam dan Jenis Etika

Karena sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam-macam jenis dan juga ragamnya diantaranya yaitu:

Etika Deskriptif

Memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat.

Etika Normative

Membahas dan mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia yang biasanya dikelompokkan menjadi sebagai berikut:

  • Etika Umum
    Membahas berbagai macam berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori-teori dan juga prinsip-prinsip moral.
  • Etika Khusus

– Etika sosial ialah yang menekankan tanggung jawab sosial dan hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya.
– Etika individu ialah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi.
– Etika terapan ialah etika-etika yang diterapkan pada sebuah profesi.


Persamaan Etika dan Moral

Ada beberapa persamaan antara etika dan moral, yaitu sebagai berikut :

  1. Etika dan moral mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan, tingkah laku, sifat dan perangai yang baik
  1. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia untuk menakar martabat dan harkat kemanusiaannya. Sebaliknya semakin rendah kualitas etika, moral dan susila seseorang atau sekelompok orang, maka semakin rendah pula kualitas kemanusiaannya

  1. Etika dan moral seseorang atau sekelompok orang bukan merupakan faktor keturunan yang bersifat tetap, statis dan konstan, tetapi merupakan potensi positif yang dimiliki setiap orang. Untuk pengembangan potensi positip tersebut diperlukan pendidikan, pembiasaan dan keteladanan, serta dukungan lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat yang secara terus menerus, berkesinambungan, dengan tingkat konsistensi yang tinggi.

  1. Persamaan ke tiga point tersebut di atas terletak pada fungsi dan peran, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan manusia untuk ditetapkan baik atau buruk.

Secara ringkas persamaan tersebut di atas terdapat dalam 3 (tiga) hal, yaitu :

  • Objek : perbuatan manusia
  • Ukuran : baik dan buruk
  • Tujuan : membentuk kepribadian manusia

Perbedaan Moral Dan Etika

Dengan demikian moral dan etika memiliki perbedaan, tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan dll. Yang berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang sedang di nilai. Sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.

Meskipun secara etimologi arti kata etika dan moral  mempunyai pengertian yang sama, tetapi tidak persis dengan moralitas. Etika adalah penelaah terhadap aktivitas kehidupan manusia sehari-hari, sedangkan moralitas merupakan subjek yang menjadi penilai benar atau tidak. Beberapa perbedaan etika dan moral adalah :

  • moral mengajarkan apa yang benar sedangkan etika melakukan yang benar.
  • moral mengajarkan bagaimana seharusnya hidup sedangkan etika berbuat atau bertindak sesuai dengan apa yang telah diajarkan dalam pendidikan moral.
  • moral menyediakan “rel” kehidupan sedangkan etika berjalan dalam “rel”kehidupan.
  • moral itu rambu-rambu kehidupan sedangkan etika mentaati rambu-rambu kehidupan.
  • moral itu memberikan arah hidup yang harus ditepumpuh sedangkan etika berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan (menuju arah).
  • moral itu seperti kompas dalam kehidupan sedangkan etika memperhatikan dan mengikuti arah kompas dalam menjalani kehidupan.
  • moral ibarat peta kehidupan sedangkan etika mengikuti peta kehidupan.
  • moral itu pedoman kehidupan sedangkan etika mengiuti pedoman.
  • moral tidak bisa dimanipulasi sedangkan etika bisa dimanipulasi
  • moral itu aturan yang wajib ditaati oleh setiap orang sedangkan etika sering berorientasi pada situasi dan kondisui, motif, tujuan, kepentingan, dan sebagainya.
  • moral sumber acuannya adalah norma dan adat istiadat, sedangkan etika bersumber pada akal manusia
  • moral memandang tingkah laku manusia secara lokal atau khusus, sedangkan etika berpandangan pada tingkah laku manusia secara umum


·         Pengertian Norma

·         Secara etimologis, norma berasal dari Bahasa latin, norma-ae. Kata ini berarti standar, pola, pedoman, aturan, ukuran, dan kebiasaan. Dengan demikian, norma dapat diartikan sebagai patokan atau ukuran yang digunakan untuk mengukur suatu tindakan atau perbuatan manusia. Berdekatan dengan definisi ini dalam Bahasa Yunani, kata nomoi atau nomos berarti hukum.

·         Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. Ketentuan tersebut digunakan sebagai panduan dan kendali dalam berperilaku. Selain itu, norma berarti ukuran atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur dalam menilai atau membandingkan sesuatu.

Sementara itu, menurut Prof. Soedikno Mertokusumo, pengertian norma adalah aturan hidup bagi manusia tentang hal yang seharusnya dilakukan dan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh manusia terhadap manusia yang lain.

Berdasarkan beberapa pengertian norma tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa norma adalah seperangkat aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh suatu kelompok atau masyakat untuk mengontrol tingkah laku semua anggota dalam kelompok atau masyarakat yang bersangkutan.

Macam-Macam Norma

Di dalam kehidupan bermasyarakat setidaknya terdapat 4 macam norma yang harus ditaati bersama, yaitu norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan, dan norma hukum.

  • Norma Agama

Norma agama adalah peraturan hidup yang diterima sebagai perintah-perintah, larangan-larangan, dan ajaran-ajaran yang berasal dari Tuhan dan bersifat mutlak. Pelaksanaan norma agama ini pun bersifat otonom, artinya bebas bagi setiap individu sesuai kepercayaan yang diyakininya. Dimana, bagi yang menjalankannya akan mendapatkan pahala, sebaliknya jika melanggar maka mendapat dosa.

  • Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah norma yang berhubungan dengan pergaulan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Peraturan sosial yang ditetapkan mengarah pada cara seseorang bertingkah laku secara wajar dalam kehidupan masyarakat, dimana dalam norma ini selalu mengedepankan asas kepantasan, kepatutan, dan kebiasaan yang seharusnya berlaku dalam kehidupan masyarakat.

  • Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari suara hati nurani manusia. Dengan menaati norma kesusilaan, seseorang terlatih untuk membedakan hal yang baik dan buruk sehingga menghindarkan masyarakat dari perbuatan tercela.

  • Norma Hukum

Norma hukum adalah peraturan mengenai tingkat laku manusia dalam pergaulan masyarakat dan dibuat oleh badan-badan resmi negara. Norma hukum sifatnya mengatur dan memaksa dengan tujuan untuk menciptakan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.